Tetap Belajar Saat Puasa

 

Nama              : Fiona Inayah Ningtyas

Kelas               : 2A

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

 

Tetap Belajar Saat Puasa

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, halo teman-teman! Semoga puasa di tahun ini lancar yaa…

Kali ini perkenankan saya untuk menjelaskan isi pemikiran saya terhadap judul yang telah saya tulis di atas.

 

Memasuki bulan Ramadhan pasti semua orang bersemangat untuk menjalani ibadah puasa yang hanya terjadi 30 hari dalam setahun. Orang-orang berbondong-bondong untuk mengerjakan sahur, teraweh, puasa dan lain sebagainya. Namun disamping itu kita juga harus tetap menjalankan aktivitas biasa kita seperti sebelum bulan Ramadhan, contohnya bekerja dan belajar. Pada saat kita berpuasa di pagi hari pasti kita masih bersemangat untuk melakukan berbagai aktivitas salah satunya belajar. Tapi ketika memasuki pertengahan hari kita mulai merasakan lapar, haus, dan mengantuk yang membuat para pelajar mengalami penurunan dalam konsentrasi. Hal itu terjadi karena kurangnya kadar oksigen dalam otak. Lalu setelah mengalami hal-hal diatas pasti kita merasa ngantuk dan akhirnya tertidur. Hal ini disebabkan oleh kadar gula yang cenderung menurun.

Puasa selain mendapatkan pahala, puasa juga mempengaruhi kesehatan tubuh terutama pada perkembangan otak terlebih lagi ketika puasa terdapat perubahan pola makan yang pastinya tubuh membutuhkan waktu untuk adaptasi. Banyak penelitian yang menjelaskan bahwa saat menjalankan ibadah puasa, sel-sel di otak melakukan pembaruan untuk membentuk struktur baru yang mempunyai hasil saat puasa terjadi pembatasan dan pengaturan asupan kalori yang dapat meningkatkan kinerja otak. Pada saat puasa kita mengalami pembatasan dan pengaturan asupan kalori yang justru membantu meningkatkan fokus kerja otak. Saat berpuasa, hormon opioids akan lebih efektif digunakan karena itulah otak dapat bekerja dengan baik.

Waktu dan kuantitas belajar juga menjadi aspek penting agar proses pembelajaran berjalan lancar dan optimal. Ada beberapa cara agar waktu dan kuantitas belajar baik, yang pertama yaitu dengan memilih waktu belajar yang cocok dengan diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat di bulan Ramadhan kita tidak bisa bersemangat di setiap waktu. Pilihlah waktu-waktu dimana kita merasakan fresh dan bersemangat seperti di pagi hari, di sore hari menjelang berbuka puasa, dan malam setelah berbuka puasa. Jangan memilih waktu di siang hari yang cenderung panas yang membuat tubuh lemas. Kita juga harus memilih materi yang tidak membuat daya pikir lebih yang berujung membuat energi kita terkuras habis dan tubuh cepat merasa lapar.

Cara kedua adalah fokuskan waktu belajar sesuai target. Kita dapat mengatur waktu belajar 1-2 jam dan jangan lupa di selingi istirahat di pertengahan waktu. Bisa juga dengan menyicil mengerjakan soal-soal yang tidak terlalu berat. Istirahat di pertengahan waktu sangat membantu untuk kita tidak mengalami daya pikir lebih. Dan cara yang terakhir adalah tidur yang cukup di malam hari. Kita harus menjaga pola tidur agar tubuh merasa segar keesokan harinya. Jika kita tidak memiliki waktu tidur yang cukup maka tubuh tidak merasa segar dan ini sangat berpengaruh terhadap konsentrasi otak kita. Maka alangkah baiknya kita harus menjaga pola tidur baik di bulan Ramadhan maupun di bulan selain Ramadhan.

Oh iya satu lagi, puasa juga dapat membantu meningkatkan daya ingat seseorang. Tetapi dengan syarat nutrisi saat sahur dan buka mencukupi kebutuhan diri masing-masing. Lalu jangan membiasakan diri tidur larut malam dan membatasi aktivitas-aktivitas yang berlebihan karena hal itu akan membuat diri kita susah berkonsentrasi di kemudian hari. Tubuh membutuhkan istirahat agar proses metabolisme bisa berjalan normal dan para pelajar tidak merasakan letih yang berlebihan.

Sekian tulisan saya, selamat membaca, terimakasih sudah membaca sampai akhir. Saya pamit undur diri. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Komentar